Minggu, 23 Juli 2023

Asupan yang Memicu Munculnya Akne Vulgaris

 

Akne Vulgaris adalah penyakit kulit kronis yang ditandai dengan adanya peradangan pada unit pilosebasea meliputi kukul, komedo, pustul, nodus, dan kista dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti riwayat keluarga, penggunaan kosmetik, pekerjaan, stres, penggunaan obat, onset menarche, siklus menstruasi, gaya hidup, dan pola makan. Terdapat penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian akne vulgaris pada sebuah populasi.


Beberapa faktor asupan yang dapat menyebabkan timbulnya akne vulgaris adalah konsumsi karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi. Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu timbulnya akne vulgaris melalui peningkatan insulin dan IGF-1. IGF-1 kemudian merangsang hipersekresi androgen yang diketahui berperan dalam patogenesis akne vulgaris dengan meningkatkan poliferasi kelenjar sebasea dan memicu hiperkeratinosit yang merupakan awal dari terbentuknnya Akne Vulgaris.

Selain karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi, terdapat literatur mengatakan bahwa protein whey juga dapat memicu jerawat dengan menginduksi peningkatan level IGF-1 yang kemudian berkaitan dengan peningkatan dan pertumbuhan pembelahan sel kulit, sebum, efikasi dari hormon lutenizing (LH), dan produksi estrogen. Susu mengandung hormon bioaktif dan molekul seperti androgen, estrogen, progesteron, dan IGF -1. Didapatkan penelitian bahwa konsumsi susu dapat meningkatkan level IGF-1 pada plasma, terutama susu skim. Peningkatan IGF-1 berefek pada sekresi androgen pada ovarium dan mengaktivasi 5α reductase yang mengkonversikan testosteron menjadi dihidrotestosteron. IGF-1 juga dapat menginhibisi sintesis hepatik dari sex hormone-binding globulin yang menyebabkan peningkatan bioavailabilitas androgen, sehingga berefek pada patogenesis akne.

Makanan tinggi lemak juga dikatakan sebagai faktor penyebab timbulnya akne vulgaris karena dapat memicu peningkatan aktivitas kelenjar sebasea dan produksi sebum. Kelenjar sebasea yang berlebih dapat menutup pori sehingga memicu timbulnya akne vulgaris. Hal ini diakibatkan karena asupan lemak yang belebihan, melalui aktivasi enzim 5-delta desaturase akan meningkatkan produksi arachinoid acid yang selanjutnya akan menghasilkan produk akhir berupa leukotriens serta prostaglandin-2 yang merupakan mediator proinflamasi. Pembentukan prostaglandin kelompok PGE dari arachinoid acid atau dapat disebut PGE2 menyebabkan pelepasan histamin dari sel mast dan pembentukan bradikinin. Hal ini menyebabkan peradangan akut pada unit polisebasea yang menyebabkan akne pramenstruasi.

Selain itu, kacang-kacangan yang dikonsumsi secara berlebih dapat meningkatkan kadar lemak tubuh. Dikutip dari American Academy of Dermatology tahun 2007 bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan berlemak, seperti kacang-kacangan cenderung memiliki akne vulgaris. Makanan yang tinggi lemak akan memicu peningkatan kelenjar sebasea dan produksi sebum. Produksi sebum berperan dalam patogenesis timbulnya AV. Patogenesis yang diduga berpengaruh pada timbulnya Akne vulgaris yaitu peningkatan produksi sebum yang di bawah kontrol hormon androgen. Hormon androgen berperan dalam ekskresi sebum dan perubahan sel-sel sebosit demikian pula sel keratinosit folikular sehingga menyebabkan terjadinya mikrokomedo dan komedo yang akan berkembang menjadi lesi inflamasi. Sel-sel sebosit dan keratinosit folikel pilosebasea memiliki mekanisme seluler yang digunakan untuk mengubah hormon androgen, yaitu enzim-enzim 5-α-reduktaseserta 3β dan 7β hidroksisteroid dehidrogenase yang terdapat pada sel sebosit basal yang belum berdiferensiasi. Setelah sel- sel sebosit berdiferensiasi kemudian terjadi ruptur, hal ini mengakibatkan sebum keluar dan masuk ke dalam duktus pilosebasea yang menyebabkan terbentuknya lesi primer akne, yaitu mikrokomedo.

 

Sumber : Akbar, A. R., Mona, L., & Tanjung, S. (2022). Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Akne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang Angkatan 2019-2020. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika5(2), 1-10.

Selasa, 11 Juli 2023

Hubungan Konsumsi Buah Semangka dengan Tekanan Darah

 

Hipertensi adalah suatu keadaan seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang di tunjukkan oleh angka sistolik (>140 mmHg) dan angka diastolik (>90 mmHg). Prevalensi hipertensi di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 15-20 %. Pada tahun 2011, WHO mencatat satu miliar orang di dunia menderita hipertensi. Hipertensi penyebab kematian hampir 8 juta orang setiap tahun di seluruh dunia dan hampir 1.5 juta orang setiap tahun di Asia Tenggara. Berbagai macam pencetus awal tekanan darah tinggi diantaranya gaya hidup, faktor lingkungan, pola makan yang tidak terkontrol, obesitas, perokok, stres, konsumsi garam berlebih dan kurang olahraga. Faktor risiko hipertensi yang tidak dapat diubah diantaranya umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, genetik.

Salah satu faktor pencetus hipertensi adalah pola makan yang tidak teratur. Untuk pengobatan hipertensi masyarakat sudah banyak memanfaatkan tanaman herbal, seperti timun, bawang putih, labu siam, seledri, semangka, daun salam dan masih banyak lagi. Salah satu buah-buahan yang dapat menurunkan tekanan darah adalah semangka. Semangka  kaya akan kandungan air, asam amino yang dapat menjaga tekanan darah agar tetap normal.

Tanaman semangka berasal dari Afrika dan saat ini telah menyebar di seluruh dunia. Semangka tergolong tanaman labu-labuan seperti melon, blewah, dan timun. Kulit buahnya tebal dan berdaging, licin, warna hijau tua, kuning agak putih, atau hijau muda bergaris-garis putih.  Klasifikasi taksonomi tanaman semangka menurut Integrated Taxonomic Information System (ITIS) adalah sebagai berikut:  



Kingdom : Plantae

Subkingdom : Viridaeplantae

Infrakingdom : Streptophyta

Divisi : Tracheophyta

Subdivisi : Spermatophytina

Infradivisi : Angiospermae

Kelas : Magnoliopsida

Superordo : Rosanae

Ordo : Curcubitales

Famili : Cucurbitaceae

Genus : Citrullus

Spesies : Citrullus lanatus

 

Daging buah semangka mengandung air sebanyak 93.4%, protein 0.5%, karbohidrat 5.3%, lemak 0.1%, serat 0.2%, dan berbagai macam vitamin (A, B, dan C). Selain itu juga. mengandung antioksidan seperti asam amino (citrulline dan arginine), asam asetat, asam malat, asam folat, likopen, karoten, bromin, kalium, silvit, lisin, fruktosa, dekstrosa, dan sukrosa. Citrulline dan arginine berperan dalam pembentukan urea di hati dari amonia dan CO2 sehingga keluarnya urin meningkat dan kandungan kalium dapat membantu kerja jantung serta menormalkan tekanan darah.

Kandungan asam amino dalam semangka mampu meningkatkan fungsi arteri dan menurunkan tekanan darah pada aorta. Semangka dapat menurunkan tekanan darah tinggi karena mengandung kalium, vitamin C, karbohidrat, likopen yang berfungsi untuk meningkatkan kerja jantung serta citrulline yang mampu mendorong aliran darah ke seluruh bagian tubuh dan vitamin B6 yang dapat merangsang hormon dalam otak untuk mengatasi kecemasan. Kandungan kaliumnya cukup tinggi dan berperan sebagai diuretik alami yang dapat membantu kerja jantung dan menurunkan tekanan darah. Asam folat mengurangi cacat pada bayi baru lahir dan menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

Semangka memiliki khasiat untuk menurunkan tekanan darah karena mengandung citirulline dan arginine, zat ini mampu merangsang produksi senyawa kimia yang membantu pembuluh darah menjadi lentur dan rileks. Citrulline akan bereaksi dengan enzim tubuh dan diubah menjadi arginine, sejenis asam amino yang berkhasiat bagi jantung dan sistem peredaran darah dan kekebalan tubuh yang terbukti menurunkan tekanan darah penderita hipertensi dengan obesitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa semangka dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi dengan obesitas 10-20 mmHg pada siastolik maupun diastolik.

Dalam penelitian, dikatakan bahwa kandungan asam amino semangka mampu meningkatkan fungsi arteri dan menurunkan tekanan darah pada aorta. Semangka dapat menurunkan tekanan darah tinggi karena mengandung kalium yang berfungsi untuk meningkatkan kerja jantung dan citrulline yang mampu mendorong aliran darah ke seluruh bagian tubuh. Selain itu juga terdapat likopen yang mengandung zat antioksidan yang baik bagi kulit. Beta karoten yang baik bagi tubuh, vitamin B6 yang dapat merangsang hormon dalam otak untuk mengatasi kecemasan, vitamin C yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh serta vitamin A yang dapat melawan infeksi.

 

 Sumber  : Shanti, N. M., & Zuraida, R. (2016). Pengaruh pemberian jus semangka terhadap penurunan tekanan darah lansia. Jurnal Majority5(4), 117-123.

Senin, 03 Juli 2023

Jagung

 

Pangan fungsional   merupakan   pangan yang    dapat    memberikan    manfaat    bagi kesehatan karena kandungan senyawa aktifnya, diluar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Jagung hibrida merupakan salah satu potensi sumber pangan lokal  pengganti  gandum  sebagai  bahan  baku tepung  yang  memiliki  banyak  keunggulan. Produksi  atau  panen  jagung  secara  nasional meningkat  setiap  tahunnya.  Pemanfaatan jagung  sejalan  dengan  program  pemerintah dalam     mendukung     upaya     diversifikasi, ketahanan,  dan  kemandirian  pangan. Jagung sebagai bahan pangan dapat memberikan nilai gizi dalam jumlah yang cukup besar jika dibandingkan dengan biji-bijian lain.

Jagung merupakan tanaman serealia yang paling produktif di dunia, sesuai ditanam di wilayah bersuhu tinggi, dan pematangan tongkol ditentukan oleh akumulasi panas yang diperoleh tanaman. Luas pertanaman jagung di seluruh dunia lebih dari 100 juta ha, menyebar di 70 negara, termasuk 53 negara berkembang. Penyebaran tanaman jagung sangat luas karena mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai lingkungan. Jagung tumbuh baik di wilayah tropis hingga 50° LU dan 50° LS, dari dataran rendah sampai ketinggian 3.000 m di atas permukaan laut (dpl), dengan curah hujan tinggi, sedang, hingga rendah sekitar 500 mm per tahun.







Jagung merupakan tanaman semusim determinat, dan satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk pertumbuhan generatif. Tanaman jagung merupakan tanaman tingkat tinggi dengan klasifikasi sebagai berikut:

 

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Sub divisio : Angiospermae

Class : Monocotyledoneae

Ordo : Poales

Familia : Poaceae

Genus : Zea

Spesies : Zea mays L.

Secara umum, komponen dasar biji jagung terdiri atas pati, protein, lemak, vitamin, mineral, dan bahan organik lain. Jagung dapat menyumbangkan 15 - 56% total kalori harian dan dapat digunakan sebagai pengganti protein hewani di negaranegara berkembang. Dewasa ini, sudah banyak penelitian yang memanfaatkan jagung sebagai bahan pangan untuk membuat produk dengan berbagai manfaat kesehatan, seperti diolah menjadi tepung, mie, minuman, tempe, snack bar, dan masih banyak lagi. Pada sebuah penelitian menyebutkan bahwa tepung jagung memiliki indeks glikemik rendah yang bermanfaat untuk penderita diabetes mellitus. Tepung jagung dapat dimanfaatkan sebagai pengganti tepung gandum dan dapat digunakan sebagai makanan olahan seperti cookies, donat, dan lainnya. Salah satu olahan menggunakan tepung jagung adalah beras analog yang berdasarkan pengujian didapatkan bahwa indeks glikemik nasi dari beras analog formula optimum adalah 54. Nilai tersebut lebih rendah dari nasi beras  sosoh  dengan  IG  69. Indeks  glikemik  pada  suatu  produk  pangan  dipengaruhi  oleh  bahan  penyusunnya,  kandungan  protein,  jumlah  serat,  dan  kandungan  amilosa. Pada  beras  analog  formula optimum dapat dilihat bahwa bahan penyusun  beras  analog  tergolong  bahan  berindeks  glikemik rendah. Tepung jagung memiliki IG 42, bekatul dengan IG 69, dan kacang kedelai dengan IG 51. umlah  serat  juga  memengaruhi  indeks  glikemik  beras  analog.  Kandungan  serat  beras  analog tinggi yaitu 13,30%. Serat yang tinggi terjadi salah satunya karena  adanya  penambahan  tepung  jagung.

 

 

 

 

 

 

 

 

SUMBER

Nurlela, N., Azizah, M., & Suwarnata, A. (2021). EDUKASI TENTANG PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS PANGAN LOKAL: PORANG DAN JAGUNG. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 241-248. doi:10.25077/logista.5.2.241-248.2021

Kurniawati, M., Budijanto, S., & Yuliana, N. D. (2016). Karakterisasi dan indeks glikemik beras analog berbahan dasar tepung jagung. Jurnal Gizi dan Pangan11(3), 169-174.

Wulandari, Y. A., Sularno, S., & Junaidi, J. (2017). Pengaruh Varietas dan Sistem Budidaya Terhadap Pertumbuhan, Produksi, dan Kandungan Gizi Jagung (Zea Mays L.). Jurnal Agrosains dan Teknologi1(1), 20-31.

SKIN FOOD ~ Makanan Penyebab Penuaan Dini

  source : google Penuaan organ terjadi sepanjang hidup manusia. Sebagai organ terbesar manusia, kulit menunjukkan tanda-tanda penuaan y...