Sebagian besar masyarakat saat ini lebih memilih memanfaatkan tanaman tradisional sebagai alternatif untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Pangan fungsional menjadi salah satu alternatif yang dipilih, baik untuk mencegah atau mengatasi penyakit tertentu. Pangan fungsional adalah pangan yang karena kandungan komponen aktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, di luar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Pangan fungsional harus memenuhi persyaratan sensori, nutrisi dan fisiologis. Telah dipercayai bahwa pangan fungsional dapat mencegah atau menurunkan penyakit degeneratif. Sifat fisiologis dari pangan fungsional ditentukan oleh komponen bioaktif yang terkandung di dalamnya, misalnya serat pangan, inulin, FOS, antioksidan, PUFA, prebiotik dan probiotik. Indonesia kaya akan sumber bahan pangan dengan kandungan komponen bioaktif yang sangat potensial untuk dikembangkan salah satunya Bunga Telang.
Bunga Telang atau Clitoria ternatea merupakan tumbuhan merambat yang berasal dari daerah tropis, seperti Asia, Afrika, dan Amerika. Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar di tepi sungai dengan kelembaban tinggi yang berada di dataran rendah dengan ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut. Tanaman Bunga Telang termasuk dalam keluarga kacang-kacangan.
Gambar 1.
Tanaman Bunga Telang
Klasifikasi
Tanaman Bunga Telang
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Infrodivisi : Angiospermae
Kelas : Mangnoliopsida
Ordo
: Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Clitoria
Spesies : Clitoria
ternatea
Tanaman Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman polong yang termasuk dalam famili Fabaceae. Bunga telang tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai obat tradisional. Bunga telang mengandung senyawa bioaktif yang berguna untuk pengobatan. Bunga telang telah dimanfaatkan dalam pengobatan Ayurveda di India sejak 5000 tahun yang lalu. Bunga telang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah Jawa dan Makassar dengan nama Bunga Biru dan Bunga Telang serta di Ternate dengan nama Saya Ma Gulele. Bagian bunga telang yang dimanfaatkan oleh masyarakat ialah bunga, daun, dan akar. Bunga telang memiliki warna ungu-kebiruan yang khas. Bunga telang umumnya dimanfaatkan untuk mengobati penyakit urogenital, keluhan menstruasi, dan panas dalam. Bagian daun dimanfaatkan untuk meredakan pegal, antidot untuk gigitan hewan, dan antihelmentik. Bagian akar dimanfaatkan sebagai obat konstipasi, demam, dan artritis. Serupa dengan bagian daun, bagian akar disiapkan dengan cara direbus.
Salah satu komponen bioaktif bunga Telang adalah antioksidan. Antioksidan mampu melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh senyawa oksigen reaktif dan menghambat terjadinya penyakit degeneratif, seperti diabetes, kanker, inflamasi jaringan, kelainan imunitas, penyakit jantung, dan penuaan dini. Tubuh manusia tidak mempunyai cadangan antioksidan dalam jumlah yang berlebih sehingga jika terjadi paparan radikal bebas yang berlebihan, maka tubuh membutuhkan antioksidan eksogen. Selain itu, Bunga Telang juga memiliki kandungan fenolik, flavonoid, antosianin, flavonol glikosida, kaempferol glikosida, kuersetin glikosida, mirisetin glikosida, terpenoid, tanin, steroid, , saponin, triterpenoid, fenol, flavonoid, glikosida flavonol, alkaloid, antrakuinon, antosianin, glikosida jantung, stigmast-4-ene-3,6-dione, minyak atsiri, dan steroid yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Sumber
Cahyaningsih E, Yuda PESK, Santoso P. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan metode spektrofotometri uv-Vis. J Ilm Medicam. 2019;5(1).
Saras T. Bunga
Telang: Khasiat, Manfaat, dan Budidaya Tanaman. Tiram Media; 2023.
Zahara M. Ulasan singkat: Deskripsi Kembang Telang (Clitoria ternatea L.) dan Manfaatnya. J Jeumpa. 2022;9(2):719–28.
Purwanto UMS,
Aprilia K. Antioxidant Activity of Telang (Clitoria ternatea L.) Extract in
Inhibiting Lipid Peroxidation. Curr Biochem. 2022;9(1):26–37.