Penuaan organ terjadi sepanjang hidup manusia. Sebagai organ
terbesar manusia, kulit menunjukkan tanda-tanda penuaan yang jelas akibat usia,
paparan radiasi ultraviolet, dan juga polusi kimia. Penuaan dibedakan menjadi
2, yakni penuaan kronologis yang terjadi di seluruh tubuh yang disebabkan oleh
faktor internal, serta penuaan foto yang terjadi pada bagian tubuh yang terkena
cahaya dan biasanya disebabkan oleh faktor eksternal. Faktor-faktor yang
menyebabkan penuaan kulit adalah stres oksidatif, kerusakan DNA, mutasi gen,
pemendekan telomer, peran mikro RNA, asupan makanan, serta penuaan karena
peradangan.
Makanan dapat mencegah serta memperbaiki kerusakan kulit atau dapat
juga menyebabkan kerusakan kulit. Pola makan yang sehat dan gizi seimbang merupakan
salah satu yang dapat menunda penuaan dan meperpanjang usia organ. Begitupula apabila
pola makan tidak seimbang juga dapat menyebabkan penyakit dan penuaan, sehingga
berdampak pada kesehatan kulit.
Merokok dan konsumsi alkohol merupakan faktor penyebab terjadinya
penuaan dini, yaitu dengan mempercepat pigmentasi kulit, penyembuhan luka yang
tertundaa, infeksi pasca operasi, dan lainnya. Selain merokok dan mengonsumsi
alkohol, pola makan tinggi lemak jugaa dapat menyebabkan penuaan karena dapat
meningkatkan stres oksidatif kulit dan menunda penyembuhan kulit serta
menghasilkan kerusakan inflamasi. Selanjutnya adalah makanan tinggi gula dengan
beberapa metode pengolahan yang kurang sesuai seperti memanggang atau menggoreng. Pola makan tinggi gula dapat
menyebabkan penumpukan AGEs dan percepatan penuaan dini. Makanan tinggi garam
dan pedas juga dapat menyebabkan penuaan kulit.
Berikut beberapa makanan yang dapat menyebabkan penuaan pada kulit.
Bijaklah dalam mengonsumsi makanan untuk mendukung kehidupan yang lebih baik. Nantikan
artikel selanjutnya tentang makanan-makanan yang dapat menghambat penuaan pada
kulit.
Daftar Pustaka
Cao, C., Xiao, Z., Wu, Y., & Ge, C. (2020). Diet and skin aging—From the perspective of food nutrition. Nutrients, 12(3), 870.